![]() |
| Dok: sopir BGS, maps lokasi, tangki dan SPBU gambar istimewah. |
Suryanews Malang,– Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar terpantau di wilayah Jalan Raya Karangsono, Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Temuan lapangan mengindikasikan penggunaan truk Fuso bertahun tua yang dimodifikasi dengan tangki ganda (double tank) untuk menyerap solar subsidi dalam jumlah besar di SPBU.
Modus tersebut memungkinkan kendaraan mengisi BBM melebihi kapasitas standar hanya dalam satu kali pengisian. Praktik ini diperkuat oleh dugaan pengisian berulang serta pemanfaatan banyak barcode MyPertamina dari berbagai nomor polisi kendaraan lain, yang tidak sesuai dengan armada yang melakukan pengisian.
Seorang sopir truk Fuso berinisial BGS mengungkapkan bahwa dalam satu kali pengisian solar subsidi, ia mengeluarkan biaya hingga sekitar Rp, 2 juta. Barcode yang digunakan, kata dia, berasal dari kiriman pihak lain.
“Barcode-nya banyak, dari beberapa nopol,” ujar BGS.
Saat ditanya mengenai kepemilikan truk dan tujuan penggunaan solar subsidi tersebut, BGS menyebut dirinya hanya menjalankan perintah.
“Punya Pak Mul, bos minyak asal Lamongan. Saya ditugaskan ngangsu di setiap SPBU wilayah Malang,” katanya singkat.
Pengakuan tersebut menguatkan dugaan adanya jaringan terorganisir lintas daerah dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU terkait, Pertamina, maupun aparat penegak hukum mengenai temuan tersebut.
Temuan ini menyoroti lemahnya pengawasan distribusi solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi sektor masyarakat yang berhak. Aparat penegak hukum dan Pertamina didesak melakukan penelusuran menyeluruh, termasuk pemeriksaan armada ber modifikasi, riwayat transaksi SPBU, serta keabsahan penggunaan barcode MyPertamina, guna mencegah kebocoran subsidi yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat. (Rd)

